Monthly Archives: Desember 2009

Berita Korupsi – Korupsi pasar Boom lama Semarang

Dalam pekerjaan revitalisasi Pasar Boom Lama itu, BPKP Jateng telah mengaudit tiga buah kontrak, masing-masing terdiri dari perencanaan Rp 59 juta, pengawasan Rp 42 juta dan untuk pelaksanaan pembangunan Rp 1,177 miliar

KP2KKN Jateng menilai pengusutan kasus korupsi PEmbangunan pasar Boom Lama Semarang tergolong lambat. Hingga kini kasus itu sama sekali belum dilimpahkan ke pengadilan. Sekretaris KP2KKN, Eko Haryanto mengatakan, jika memang penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Semarang di Tanjung Emas serius menangani masalah korupsi, seharusnya perkara dugaan korupsi tersebut saat ini sudah dapat dilimpahkan ke pengadilan.

Berita HAM – Kampanye aktifis HAM Semarang

Semarang – ratusan aktifis HAM dari berbagai elemen di Semarang memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia dengan aksi unjuk rasa. Dalam aksi yang dimulai dari kampus Universitas Diponegoro Pleburan dan berakhir di depan Markas Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (10/12) siang,aksi ini membawa mengedepankan isu perlindungan bagi para pekerja HAM.

Koordinator aksi Sukarman menyatakan setelah pembunuhan pejuang HAM Munir kekerasan dan intimidasi masih saja terjadi. Dalam aksi ini juga dipertunjukkan aksi treatrikal orang – orangan sawah yang kemudian di injak – injak di depan markas Polda Jawa Tengah.

Dalam catatan LBH Semarang, pada tahun 2005 terdapat 37 tokoh masyarakat dan penggiat HAM yang dikriminalisasikan dan diintimidasi. Tahun 2006 terdapat 33 orang, 2007 meningkat menjadi 40 orang, dan sampai Agustus 2008 terdapat 15 tokoh yang mengalami pembungkaman dan dikriminalisasikan.

Ulasan PSIS VS Pro Duta

Hasil kekalahan 0 – 2 yang di alami PSIS Semarang saat menjamu Pro Duta di harapkan tidak menjadi beban saat akan melawan lawan Persiba Bantul. Manajer PSIS Setyo Agung Nugroho meminta anak – anak asuhnya melupakan kekalahan 0 -2 dari Pro Duta.

PSIS sudah bermain maksimal dalam laga ini,namun tuan rumah juga bermain lebih bagus pada laga home perdananya ini. Kedua tim sebetulnya menampilkan permainan menarik dengan gaya bermain cepat dan umpan satu – dua,namun daya juang dan semangat bertanding anak – anak Mahesa Jenar sepertinya masih kalah dengan anak – anak Pro Duta. Mungkin faktor penonton yang membuat anak – anak PSIS down mentalnya karena bermain dibawah tekanan.

Dahsyat di Central City mall Semarang

Semarang – Acara  musik yang tengah di gandrungi kawula muda saat ini Dahsyat,minggu kemaren melakukan roadshow di beberapa kota. Kemarin minggu (29/12) Dahsyat mengadakan tour selama 3 hari di Semarang. Lokasi yang dipilih kali ini adalah Central City Semarang.

Berbeda dengan acara – acara musik lain yang biasanya mengambil tempat di pusat kota seperti di Simpang Lima,Citra Land Mall atau di Duta Pertiwi mall,acara Dahsyat kali ini memilih tempat yang cenderung “kawasan pinggiran”.

Beberapa artis ibukota yang hadir dalam roadshow Dahsyatnya Semarang adalah RAN,Anang,Juliette,dll. Dan tentu saja di pandu oleh 3 MC andalan yaitu Raffi,Luna dan Olga.

Mungkin niat si promotor adalah ingin memperkenalkan sisi lain dari Semarang,bahwa semarang itu tidak hanya Simpang Lima saja. Atau mungkin juga merupakan upaya menekan harga sewa lahan.Namun di sisi lain,pemilihan tempat di kawasan pinggiran membuat penonton yang datang adalah penonton yang bisa dibilang “tidak layak” masuk televisi. Yang justru dapat menciptakan kesan negatif bagi warga Semarang.

Terlepas dari itu semua acara Dahsyatnya Semarang bisa dibilang berjalan dengan sukses.

Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.

Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945) di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Saat ini bangunan yang berusia 181 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, di antaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel. Pada tahun 2007, bangunan ini juga dipakai untuk film dengan judul yang sama dengan bangunannya.