Kalapas Pondok Bambu di copot

Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pondok Bambu, Sarju Wibowo (kanan) berpelukan kepada seluruh jajarannya saat sertijab di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (13/1). Sarju dicopot dari jabatannya menyusul temuan kamar mewah Artalyta Suryani. Selanjutnya jabatan Kalapas dijabat Catur Budi Fatayatin.

Departemen Hukum dan HAM (Dephukham) akhirnya mencopot Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Pondok Bambu Sarju Wibowo. Hal ini menyusul pemberian fasilitas mewah kepada beberapa narapidana di Lapas tersebut.

Dephukham juga akhirnya mengakui bahwa pemberian fasilitas mewah tersebut merupakan pelanggaran. Hal tersebut diakui oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, pada saat Konferensi Pers di Gedung Depkumham Jakarta , Selasa (12/1).

Dalam kesempatan itu, juga hadir Direktur Jenderal Pemasyarakatan Untung Sugiyono dan Inspektur Jenderal Depkumham Sam L Tobing. Menurut Patrialis, mengatakan Sarju digantikan oleh Catur Budi Patayatin. Catur yang merupakan perempuan, telah disepakati oleh pimpinan Depkumham untuk memimpin Lapas Perempuan tersebut. “Kita berharap dia lebih leluasa menjalankan kinerja ditambah prestasi-prestasi membanggakan,” kata Patrialis.

Dia menegaskan, penanganan kasus fasilitas mewah bagi narapidana tidak berhenti dengan pencopotan Kalapas. Pihaknya, dalam hal ini Inspektorat Jenderal masih terus bekerja memeriksa siapapun tanpa kecuali. “Kami akan melakukan penindakan jadi kami tunggu dulu,” kata dia.

Patrilis juga akan berupaya melakukan pembenahan Lapas dengan merotasi seluruh Kalapas dan Kepala Rutan diseluruh Indonesia. Selain itu Patrialis juga memerintahkan pemindahan Napi yang sudah memiliki status hukum yang jelas. “Kategori yang dipindahkan adalah yang sudah punya status hukum tetap jadi tidak ada lagi pemanggilan untuk persidangan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Patrialis juga mengaku menerima banyak pengaduan tentang kasus serupa di kota-kota besar lainnya. Untuk itu dia sudah memerintahkan Dirjen Pemasyarakatan untuk melakukan penertiban di seluruh Indonesia . “Bulan januari sudah harus selesai ini adalah keputusan tegas dari saya,” kata dia.

Ketika ditanya tentang batasan fasilitas yang diterima oleh napi, Patrialis menjawab secara normatif, yaitu berdasarkan pasal 14 undang-undang 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Karena dalam pasal tersebut tidak disebutkan dengan tegas batas maksimal yang diterima oleh napi. Namun dia mengakui segala fasilitas mewah yang diterima Artalita Suryani, seperti pengobatan kulit, itu dilarang. “Ya itu memang kesalahan kita sudah selesikan,” kata dia.

Sarju Wibowo enggan diwawancari oleh wartawan pada saat konferensi pers ataupun sesuai konferensi pers. Dia hanya menjawab siap menerima sanksi pemecatan. “Saya siap menerima keputusan ini sebagai prajurit,” kilahnya.

About anggieherdian

SMPN2 SMG SMAN3 SMG UNDIP 07 USM 14 Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. ❥ Desy Herma Fauza S.E., M.M

Posted on 14 Januari 2010, in Berita - berita - news. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: